Sebuah asa yang telah kurajut saat aku merindukanmu.
Tapi asa itu telah berpijak tuk melangkah dan akhirnya menjauh.
Langkah asa itu mulai tak terdengar oleh pendengaranku.
Ku berjalan menepih tuk mengajar sebuah asa yang kini entah kemana.
Hanya satu asa yang kuinginkan tapi telah menghilang.
Entah mengapa asa itu muncul lagi.Aku tak pernah tau alasan apa yang membuatku tuk merajut lagi asa itu.
Mungkin asa itu lagi berhenti diujung jalan sana tuk menunggu datangnya keajaiban;keajaiban bahwa aku bisa jadi milikmu.
Hening rasanya,bila asa itu tak pernah tampak nyata dari hadapanku.
Ku rangkai kata tuk merajut doa,ku diam sejenak tuk merajut asa,ku berlari mengajar asa,kini ku hanya menggengam segenggam asa yang entah bisa jadi kenyataan atau tidak.
Ku kan gapai lekukan bulan sabit di bibirmu,kan ku simpan dalam hati.Ku selalu merindukanmu,ku kan selalu mengkoleksi rindu ini.Ku tak akan pernah jenuh tuk memikirkanmu.Terimakasih telah menjadi segenggam asa yang aku punya hingga kini.
Tapi asa itu telah berpijak tuk melangkah dan akhirnya menjauh.
Langkah asa itu mulai tak terdengar oleh pendengaranku.
Ku berjalan menepih tuk mengajar sebuah asa yang kini entah kemana.
Hanya satu asa yang kuinginkan tapi telah menghilang.
Entah mengapa asa itu muncul lagi.Aku tak pernah tau alasan apa yang membuatku tuk merajut lagi asa itu.
Mungkin asa itu lagi berhenti diujung jalan sana tuk menunggu datangnya keajaiban;keajaiban bahwa aku bisa jadi milikmu.
Hening rasanya,bila asa itu tak pernah tampak nyata dari hadapanku.
Ku rangkai kata tuk merajut doa,ku diam sejenak tuk merajut asa,ku berlari mengajar asa,kini ku hanya menggengam segenggam asa yang entah bisa jadi kenyataan atau tidak.
Ku kan gapai lekukan bulan sabit di bibirmu,kan ku simpan dalam hati.Ku selalu merindukanmu,ku kan selalu mengkoleksi rindu ini.Ku tak akan pernah jenuh tuk memikirkanmu.Terimakasih telah menjadi segenggam asa yang aku punya hingga kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar