Rindu;Menyelip tanpa permisi, membunuh dengan pasti.

Diantara banyak kata-kata yang kurangkai, kamu yang memiliki.
Share:
Read More
Jika merindu itu dosa,
maka kau sebut saja aku pendosa,
yang hobi berulangkali melakukannya.
Share:
Read More

Waktu bukan Teman Rindu

Waktu seakan menertawakan rindu yang hadir
Bagaikan siput ia berjalan pelan-pelan

Waktu seolah membutakan penghilatan
bahwa aku tersiksa secara perlahan

Waktu seolah menulikan pendengaran
akan teriakan-teriakan 
akan jeritan-jeritan
kesakitan

Waktu tak pernah mau bersahabat dengan rindu
ia hobinya membunuhku

Waktu seakan menjelma menjadi belati
yang dengan pasti 
menusukku hingga mati



                                                                                                     Surabaya, 23 Juli 2018
                                                                                        Saat 14 jam 53 menit aku berusia 19 tahun

Share:
Read More


Desau angin yang menggelitik,
Suara ombak bagai musik,
Langit biru yang amat sangat menarik,

Aku menapaki pasir demi pasir basah yang ada di tepi pantai kala itu,
Memikirkan rasa yang terpendam sejak dulu,

Aku yang sibuk merangkai kata,
Agar kau tersenyum bahagia,

Aku yang sejak dulu mengais harap,
Tanpa kenal lelah tuk berharap,

Mungkin suatu saat kau akan tau,
Bahwa mencintaimu bagai deru ombak yang sewaktu waktu dapat memecah karang,
Namun kadang mencintaimu bagai angin yang menyejukkan,

Aku dengan ini menyatakan
Mencintaimu butuh perjuangan
Bukan hanya sekali merasakan kepahitan
Bukan juga hanya sekali merasakan kebahagiaan

Terimakasih karenamu aku belajar memahami arti dari 'penantian tak selamanya tentang kesedihan'
Share:
Read More

Berjuang di ujung jurang #1

Aku telah mengenalmu dari jaman aku berada di tahun terakhir memakai seragam putih merahku, dan kamu telah menempuh pendidikan menengah pertama. Saat itu kamu kelas 2 SMP, dan aku kelas 6 SD. Sekarang kamu sudah diujung semester perkuliahanmu, mempersiapkan skripsi, sedangkan aku masih baru masuk tahun kedua, menyandang sebutan "maha" dari segala siswa-siswi. Ya kita terpaut usia 2 tahun.
Ah ya, panggil aja dia "Abu-abu". Rasanya enggan menyebut namanya untuk aku tulis di sini. Nanti kalian pada kepo. Hehe. Alasanku untuk menyuruh kalian memanggilnya si "Abu-abu" ya karena dia memang abu-abu. Maskud aku bukan warna kulitnya dia abu-abu ya. Namun, karena tingkahnya yang terkesan abu-abu. Ga kebaca gitu. Entahlah dia putih juga bukan, hitam juga bukan. Ga jelas. Misterius. Ya seperti itulah. Tujuh tahun sudah kenal dia, tapi kayak ga kenal dia. Aku ga pernah bisa paham, ga bisa mengartikan tingkah lakunya. Jutek? Iya. Peduli? Iya, yaaa kadang sih. Suka menghina cowo yang lagi dekat sama aku? IYA. Suka sama aku? Ga tau. Aku suka dia? Ya jangan ditanya. Sayang. Banget. Bener ya kata orang love is a thing that can make you blind. Kayak semua perlakuan dia ke kamu selama ini yang ga meng-enakan dalam artian he hurts u again n again tapi kamu seakan membutakan perasaanmu sendiri bahwa dia didnt do anything wrong to you, will never do anything wrong to you. Air mata udah ga keitung berapa ember, tapi you never blame him atas apa yang km rasain. Bagaimana bisa?
Love does it to you. Love controls you.
Ini yang namanya berjuang di ujung jurang. Udah tau bakal jatuh, udah tau bakal melenyapkan nyawa, udah tau bakal terluka, tapi tetap berjuang karena cinta.
Share:
Read More
Tentang hati yang tertinggal,
Tentang hati yang bicara,
Tentang hati yang terluka,
Tentang hati yang menangis,
dan,
Tentang hati yang berduka.

Saat hati munculkan harap,
saat harap ciptakan luka,
dan bertanya "apakah hati sedang menjerit?"

Saat kabut menyapa malam,
saat malam memanggil mimpi,
dan  bertanya "apakah hati sedang siapkan tawa dalam mimpi?"

Saat mentari menyambut pagi,
saat lelah berganti senyuman,
dan bertanya "apakah hati sedang siapkan harapan baru?"
atau "apakah hati masih menggenggam harapan (luka) lama?"

Sampai pada akhirnya tertimbun oleh goresan luka yang menganga.

Share:
Read More
Biarkan mimpi yang menabur harap.Biarkan janji yang ingkari harap.Biarkan kenyataan lenyapkan harap.
Share:
Read More