Rindu;Menyelip tanpa permisi, membunuh dengan pasti.



Desau angin yang menggelitik,
Suara ombak bagai musik,
Langit biru yang amat sangat menarik,

Aku menapaki pasir demi pasir basah yang ada di tepi pantai kala itu,
Memikirkan rasa yang terpendam sejak dulu,

Aku yang sibuk merangkai kata,
Agar kau tersenyum bahagia,

Aku yang sejak dulu mengais harap,
Tanpa kenal lelah tuk berharap,

Mungkin suatu saat kau akan tau,
Bahwa mencintaimu bagai deru ombak yang sewaktu waktu dapat memecah karang,
Namun kadang mencintaimu bagai angin yang menyejukkan,

Aku dengan ini menyatakan
Mencintaimu butuh perjuangan
Bukan hanya sekali merasakan kepahitan
Bukan juga hanya sekali merasakan kebahagiaan

Terimakasih karenamu aku belajar memahami arti dari 'penantian tak selamanya tentang kesedihan'
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar