Aku telah mengenalmu dari jaman aku berada di tahun terakhir memakai seragam putih merahku, dan kamu telah menempuh pendidikan menengah pertama. Saat itu kamu kelas 2 SMP, dan aku kelas 6 SD. Sekarang kamu sudah diujung semester perkuliahanmu, mempersiapkan skripsi, sedangkan aku masih baru masuk tahun kedua, menyandang sebutan "maha" dari segala siswa-siswi. Ya kita terpaut usia 2 tahun.
Ah ya, panggil aja dia "Abu-abu". Rasanya enggan menyebut namanya untuk aku tulis di sini. Nanti kalian pada kepo. Hehe. Alasanku untuk menyuruh kalian memanggilnya si "Abu-abu" ya karena dia memang abu-abu. Maskud aku bukan warna kulitnya dia abu-abu ya. Namun, karena tingkahnya yang terkesan abu-abu. Ga kebaca gitu. Entahlah dia putih juga bukan, hitam juga bukan. Ga jelas. Misterius. Ya seperti itulah. Tujuh tahun sudah kenal dia, tapi kayak ga kenal dia. Aku ga pernah bisa paham, ga bisa mengartikan tingkah lakunya. Jutek? Iya. Peduli? Iya, yaaa kadang sih. Suka menghina cowo yang lagi dekat sama aku? IYA. Suka sama aku? Ga tau. Aku suka dia? Ya jangan ditanya. Sayang. Banget. Bener ya kata orang love is a thing that can make you blind. Kayak semua perlakuan dia ke kamu selama ini yang ga meng-enakan dalam artian he hurts u again n again tapi kamu seakan membutakan perasaanmu sendiri bahwa dia didnt do anything wrong to you, will never do anything wrong to you. Air mata udah ga keitung berapa ember, tapi you never blame him atas apa yang km rasain. Bagaimana bisa?
Love does it to you. Love controls you.
Ini yang namanya berjuang di ujung jurang. Udah tau bakal jatuh, udah tau bakal melenyapkan nyawa, udah tau bakal terluka, tapi tetap berjuang karena cinta.
Ah ya, panggil aja dia "Abu-abu". Rasanya enggan menyebut namanya untuk aku tulis di sini. Nanti kalian pada kepo. Hehe. Alasanku untuk menyuruh kalian memanggilnya si "Abu-abu" ya karena dia memang abu-abu. Maskud aku bukan warna kulitnya dia abu-abu ya. Namun, karena tingkahnya yang terkesan abu-abu. Ga kebaca gitu. Entahlah dia putih juga bukan, hitam juga bukan. Ga jelas. Misterius. Ya seperti itulah. Tujuh tahun sudah kenal dia, tapi kayak ga kenal dia. Aku ga pernah bisa paham, ga bisa mengartikan tingkah lakunya. Jutek? Iya. Peduli? Iya, yaaa kadang sih. Suka menghina cowo yang lagi dekat sama aku? IYA. Suka sama aku? Ga tau. Aku suka dia? Ya jangan ditanya. Sayang. Banget. Bener ya kata orang love is a thing that can make you blind. Kayak semua perlakuan dia ke kamu selama ini yang ga meng-enakan dalam artian he hurts u again n again tapi kamu seakan membutakan perasaanmu sendiri bahwa dia didnt do anything wrong to you, will never do anything wrong to you. Air mata udah ga keitung berapa ember, tapi you never blame him atas apa yang km rasain. Bagaimana bisa?
Love does it to you. Love controls you.
Ini yang namanya berjuang di ujung jurang. Udah tau bakal jatuh, udah tau bakal melenyapkan nyawa, udah tau bakal terluka, tapi tetap berjuang karena cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar