Terukir sebuah harapan yang menjadi harapan abadi.
Sesaat,melihat bahwa harapanku itu tidak akan menjadi kenyataan.
Merenungi,merintih dalam duka.
Amat sangat miris.
Alunan lagu terdengar ditelingaku,selalu.
Angin terasa jelas berdesir di Epidermis kulitku,selalu.
Dingin yang menusuk tubuhku secara perlahan,selalu.
Panaspun begitu juga,selalu.
Tapi ada satu pernyataan dan kenyataan sekaligus bahwa aku tidak akan pernah jadi milikmu.
Aku tak pernah berhenti mengejar harapku itu.
Perlu kamu tau,bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu.
Bagaimana dengan kamu?Akankah kamu lakukan itu juga buat aku?
Oh iya,gak perlu kamu jawab deh.Aku sudah tau jawabannya.
"Aku gak akan pernah ingat kamu,semua tentang dirimu aku lupakan sekarang juga!."pasti kamu akan menjawab seperti itu.
Begitu pait kurasa...........
Begitu miris kurasa.........
Begitu sadis,jika harapan tidak terbalaskan dengan harapan itu.
Ingin ku rasa menangis,terkadang ku tak kuasa menahan air mata.
Buliran air mata jatuh satu per satu.
Terkadang ku tak menyadari bahwa aku tlah meneteskan air mata.
Begitu bodohnya aku,menangiskan sebuah harapan yang terlalu abu-abu bagiku.
Sesaat,melihat bahwa harapanku itu tidak akan menjadi kenyataan.
Merenungi,merintih dalam duka.
Amat sangat miris.
Alunan lagu terdengar ditelingaku,selalu.
Angin terasa jelas berdesir di Epidermis kulitku,selalu.
Dingin yang menusuk tubuhku secara perlahan,selalu.
Panaspun begitu juga,selalu.
Tapi ada satu pernyataan dan kenyataan sekaligus bahwa aku tidak akan pernah jadi milikmu.
Aku tak pernah berhenti mengejar harapku itu.
Perlu kamu tau,bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu.
Bagaimana dengan kamu?Akankah kamu lakukan itu juga buat aku?
Oh iya,gak perlu kamu jawab deh.Aku sudah tau jawabannya.
"Aku gak akan pernah ingat kamu,semua tentang dirimu aku lupakan sekarang juga!."pasti kamu akan menjawab seperti itu.
Begitu pait kurasa...........
Begitu miris kurasa.........
Begitu sadis,jika harapan tidak terbalaskan dengan harapan itu.
Ingin ku rasa menangis,terkadang ku tak kuasa menahan air mata.
Buliran air mata jatuh satu per satu.
Terkadang ku tak menyadari bahwa aku tlah meneteskan air mata.
Begitu bodohnya aku,menangiskan sebuah harapan yang terlalu abu-abu bagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar